Aku seperti poci teh yang tidak bisa bernyanyi, dengan mulut bulat yang kecil dan sempit, tak banyak air yang bisa kutumpahkan. Aku hanya bisa menahan air panas hingga mulutku menggembung dan menelannya kembali, begitu seterusnya. Aku poci teh yang hanya bisa bersenandung lirih dalam hati.
Monday, November 15, 2010
Tuesday, October 19, 2010
Aku seperti lentera usang tanpa guna,
dengan debu-debu ringan menebal karena tak pernah kau rawat,
dengan sumbu panjang yang lembab karena tak pernah kau nyalakan.
Aku seperti lentera tua di sudut kamarmu,
tak pernah kau sentuh,
namun juga tak ingin kau buang.
Aku,
hanya lentera penghias sepi.
*suatu malam*
Tuesday, October 5, 2010
Wahai manusia-manusia dengan wajah rupawan, masihkah kau merasa bangga dengan apa yang kau miliki sekarang? Tidakkah kau sadar bahwa kecantikan dan ketampananmu itu hanya beberapa milimeter dari tulang belulangmu?! dan dalam hitungan detik, Dia bisa mengambil keindahanmu,menjadikanmu buruk rupa slamanya.
Wahai manusia-manusia angkuh, para hartawan dan kuasawan, apa yang bisa kau banggakan dari secuil nkmat yang dititipkan kepadamu?!
Bila tanpaNya kau hanya sebuah raga tak bernyawa, apakah masih pantas dirimu disebut HEBAT?!
Wednesday, September 22, 2010
Tak perlu memenjarakan hatinya, hanya karena takut khilangan. Jika benar cinta, ia takkan sejengkalpun meninggalkanmu meski kau "tertidur", karena cinta TULUS tidak pernah punya alasan untuk menyakiti. Dan jika tak benar-benar cinta, ia kan selalu menciptakan kesempatan untuk menyelinap pergi dari hatimu meski kau "terjaga", karena cinta BULUS selalu pnya alasan utk menyakiti.
Subscribe to:
Posts (Atom)